Di sebuah sekolah, ada seorang anak yang sangat terkenal akan kenakalannya, yang bernama Bayu Ahmad Suseno, yang akrab dipanggil Bayu atau Seno. Anak tersebut saking nakalnya sampai banyak orang berkata “Apa yang bisa dibanggakan oleh anak itu? Pintar, tidak. Baik, sangat jauh berbeda dengan kenyataan. Apa yang bisa dia persembahkan untuk orangtuanya? Kenakalannya?”. Anak itu mau menang sendiri, egois, bila diabaikan akan marah, pemarah, anak yang tak bisa mengontrol emosi, sangat suka berkata-kata kotor. Anak-anak sudah menyimpan dendam dan amarah akan kelakuan Badu, tapi karena Badu itu anak yang tidak-bisa-menerima-kenyataan-begitu-saja, maka mereka tidak bisa mengungkapkan kekesalan mereka saat Badu ada.
Suatu hari, ketika mereka sedang berolah raga, Badu mengancam seorang anak bernama Dino dan Dion (kembar kok), karena mereka bergabung ke dalam suatu organisasi yang menurut Badu itu bukanlah hal yang adil. Karena sebenarnya mereka pun sudah membentuk sebuah organisasi yang bernama “The Third” (Ok aku tahu namanya agak nyontek dari sebuah grup band yang cukup tenar di sekolahku *tau sendirilah apa nama aslinya band itu*) yang mereka bentuk sejak mereka masuk ke sekolah tersebut. Bayu mengancam akan membunuh, menculik, dan mengeroyoki mereka bersama anak buah Bayu (yang pasti bukan anak yang umurnya lebih gede dari dia). Maka si Dino dan Dion pun otomatis takut bukan kepalang. Mereka terlalu memikirkan masalah tersebut sampai-sampai mereka berdua sakit. Mereka sakit karena sakit hati, takut bertemu Bayu, dan sakit karena tekanan batin. Saat itu teman-teman Dino dan Dion melihat ancaman Bayu, namun tak berani membela Dion dan Dino, karena mereka memang takut karena kalau mereka ikut campur, bisa bertambah panjang urusannya. Bahkan Bayu pernah mengancam kalau ada yang berani ikut campur urusannya akan menerima akibatnya. Dan kejadian ini bukanlah yang pertama. Yang pertama Dino dan Dion juga pernah diancam sama seperti itu hanya karena masalah sepele, SUPPORTER BOLA!!!
Hanya karena Bayu menyukai Manchester United, Dino menyukai Real Madrid, dan Dion menyukai Arsenal, terjadilah hal tersebut. Dengan ancaman yang sama, Badu pun melancarkan aksinya. Lalu, setelah itu, Dion pernah ditonjok oleh Badu, namun Dion hanya diam saja karena Dion tidak bisa bertengkar.
Sampai Badu berkata, “Heh, a*****, kamu bisa berantem gak? Saya tunggu nanti di lapangan biasa. Awas aja kalau kamu nggak datang, saya keroyok kamu besok pulang sekolah.”
Lalu Dion membalas, “Du, saya tuh nggak bisa berantem...”
“Alah, boong kamu tuh!!! Tak tunggu di lapangan biasa, ***!”, bentak Badu sembari pergi meninggalkan Dion yang kesakitan.
Saking sakit hati dan tekanan batinnya, akun Facebook milik Bayu ia hapus. Sehingga bertambah panjanglah urusannya.
Dan orangtua yang anaknya sering disakiti, diancam dan lain-lain melapor ke Walikelas Bayu (Bayu sekelas dengan Dino dan Dion) yang bernama Bu Tanti (maaf kalo namanya sama, namanya ngarang). Jelas Bu Tanti marah besar setelah mendengar hal tersebut. Badu pun dipanggil oleh Bu Tanti. Setelah dimarahi habis-habisan oleh Bu Tanti, Bayu dibawa masuk ke BK. Di sana pun ia mendapat teguran keras. Banyak yang menceramahinya. Sementara anak-anak yang berada di kelas sedang mengobrol dan membicarakan segala keburukan dan harapan-harapan akan hukuman Bayu (yang pasti nggak ada guru, kalo ada mana boleh ngobrol). Setelah menunggu cukup lama, Bayu pun kembali ke kelas dan terihat sekali mukanya terlihat cemberut seakan dia ingin melampiaskan kemarahannya dengan menonjok dan memukul seseorang. Dan salah seorang guru BK datang ke kelas dan memberikan sebuah angket yang berisikan teman yang disenangi, lalu teman yang tidak disenangi, dan lain-lain. Setelah dikumpulkan dan Walikelas dan membacanya, Bayu pun kembali masuk BK bersama Dion dan Dino (hari itu mereka masuk sekolah). Lama,,,,
Dan akhirnya mereka bertiga keluar. Mereka sepertinya mengalami perdebatan yang seru, saling menyalahkan, terlihat dari alis mereka yang sudah beradu. Mungkin Badu keluar lebih terakhir, karena mungkin diberikan ceramah oleh guru Agama Islam. Lalu kami masuk yang pas sekali dengan pelajaran Bu Tanti, yakni Bahasa Indonesia. Dan pelajaran 2 jam itu dihabiskan untuk mengulas masalah antara Dino, Dion, dan Bayu. Bu Tanti yang biasanya baik, lemah lembut, keibuan, sekarang berubah menjadi pendakwah saat Idul Fitri yang siap memberikan khutbahnya, panjang lebar.
“Mengapa kalian menyembunyikan masalah tersebut? Jangan suka menyembunyikan masalah!! Nanti akan menjadi dendam pribadi!! Ceritakanlah masalahmu pada Ibu, atau pada orantuamu di rumah!! Ibu dan orangtuamu siap menerima masalahmu!!”
......
Dan masih banyak lagi. Kali ini Bayu pun sadar, lalu ia bertaubat. Sekarang menjadi anak yang rajin, baik, sangat berbeda dengan yang dulu. Sangat agamis, lalu sekarang ia bertambah pintar, dari yang ranking 29 naik menjadi ranking 13 (wah hebat!!).
Sekian cerita ngarang yang aneh dariku, terima kasih,,,,
Anak Tak Tahu Diri ( Cerita Wildan Teman Kelasku 7A )
21.10 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar